Kamis, 30 Desember 2010

Cara Melakukan Tendangan Pisang

        Para penggemar sepak bola pasti sudah sangat sangat sering mendengar, melihat dan (untuk yang juga pernah main sepak bola) mempraktekkan, walaupun mungkin tanpa sengaja, apa yang sering disebut sebagai tendangan pisang. Entah kenapa tendangan seperti disebut sebagai tendangan pisang, tetapi dugaan saya adalah karena tendangan ini membentuk lintasan yang dilalui bola berbentuk garis melengkung atau mirip dengan pisang yang juga melengkung.
Banyak pemain sepak bola yang bisa dan sering melakukan tendangan pisang ini, David Beckham, Zidane dan Ronaldinho adalah sedikit contohnya.Beberapa kali pula gol gol spektakuler tercipta karena adanya tendangan pisang ini. Salah satu yang paling saya ingat adalah tendangan yang dilakukan oleh Roberto Carlos, pemain bertahan dari klub Spanyol Real Madrid sekaligus pemain nasional Brazil.

Saat awal bola melayang seakan-akan menjauh ke arah kanan gawang (dilihat dari arah penendang), bahkan waktu itu bola sudah “menghilang” dari pandangan di layar televisi. Yang mengagetkan adalah dimana “tiba-tiba” bola terlihat kembali dan masuk gawang tepat di pojok atas kanan gawang. Saat itu terlihat betapa kiper lawan dan beberapa pemain lawan terlihat agak kaget dan tidak menyangka bahwa bola bisa bergerak dalam lintasan yang melengkung dan akhirnya mengarah kembali ke mulut gawang.
Seingat saya bahkan akhirnya ada suatu iklan produk televisi yang menayangkan kejadian tersebut dan mengiklankan bahwa bila menonton peristiwa gol itu di layarnya yang lebih lebar, maka penonton tidak akan sampai “kehilangan” gerakan bola seperti yang saya dan mungkin teman-teman lain alami saat melihat gol spektakuler Senor Roberto Carlos tersebut.
Sebenarnya jauh sebelum gol itu terjadi saya sudah sering melihatnya di televisi maupun kadang secara langsung di pertandingan lokal. Dan sebenarnya sudah sejak lama pula saya mempertanyakan bagaimana dan apa penjelasan yang logis dan masuk akal untuk tendangan pisang. Akhirnya, penjelasan itu saya temukan juga dari dosen saya waktu saya mengambil mata kuliah Aerodinamika di Universitas saat itu.
Adanya Perbedaan Tekanan
Penjelasan dari dosen saya itu sebenarnya cukup simpel dan tidak bertele-tele bahkan sebelumnya saya sama sekali tidak berpikir ke arah sana. Jadi sebenarnya melengkungnya lintasan bola pada tendangan pisang itu terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara di antara kedua sisi bola tersebut.
Seperti kita pernah pelajari di SMP bahwa tekanan (pressure) adalah gaya (force) dibagi luasan (Area) atau P = F/A atau bisa dikatakan bahwa gaya adalah tekanan dikalikan luasan atau F = P x A.
Seperti sudah saya katakan tadi, bahwa saat tendangan pisang itu ada perbedaan tekanan di antara kedua sisi bola, maka perbedaan tekanan itu akan menghasilkan gaya karena antara kedua tekanan yang berbeda besarnya itu ada sebuah bola yang mempunyai penampang berbentuk lingkaran bila dilihat secara 2 dimensi. Atau bila dikatakan secara matematis gaya itu adalah F = (P1 – P2) x Apenampang.
Tapi, bagaimana bisa terjadi perbedaan tekanan antara kedua sisi bola tersebut?

Bola Sebagai Sebuah Objek Yang Membelah Udara
Pada saat melaju bola memiliki kecepatan relatif terhadap udara yang dibelahnya atau bila diibaratkan bola adalah diam maka terjadi aliran udara yang melewati bola. Aliran udara tersebut membentuk suatu pola tertentu di mana di sekitar bola udara memampat menjadi lebih cepat saat mendekati bola, mencapai puncaknya tepat pada garis tengah bola dan kemudian kecepatannya kembali turun dan akhirnya kembali pada kecepatan semula saat sebelum melewati bola.
Lalu apa hubungannya dengan perbedaan tekanan dan tendangan pisang?
Satu hal yang perlu diingat adalah tendangan pisang hanya terjadi bila bola ber-rotasi atau berputar pada sumbunya (spinning). Bila bola ditendang tetapi tidak terjadi putaran, maka tendangan pisang tidak akan pernah terjadi dan lintasan bola hanya akan berupa garis lurus.
Tentu kita sering mendengar yang namanya gesekan udara, pada saat bergerak membelah udara semua benda pasti mengalami gesekan dengan udara dan hal ini tentu saja juga terjadi pada sebuah bola.
Gambar 1








Gambar 1 di atas diambil dari program Foilsim yang dibuat oleh badan antariksa Amerika Serikat,NASA. Di gambar tersebut dapat dilihat pola aliran udara yang berubah di Dekat-dekat sebuah bola yang melaju pada kecepatan 167 km/jam dari kiri ke kanan pada putaran 0 (nol) RPM. Selain dari kecepatan, tekanan udara dari aliran itu juga berubah (menurun) karena adanya perubahan pola alirannya. Dan karena bola tidak berputar tidakada perbedaan tekanan antara aliran udara di bagian atas bola dan bagian bawah bola.
Tetapi bila bola berputar, berlawanan arah dengan jarum jam misalnya, maka bila diaplikasikan pada gambar di atas akan terjadi perbedaan tekanan antara bagian atas bola dengan bagian bawah bola. Perbedaan tekanan ini disebabkan oleh putaran bola yang kemudian membuat koefisien gesek bola dengan udara antara bagian bawah dan atasnya berbeda.
Gambar2








Bila dilihat dari gambar 2 di atas, disimulasikan bola tetap melaju ke kiri dengan kecepatan 167 km/jam dan berputar berlawanan arah dengan jarum jam pada putaran 1500 RPM atau 1500 putaran per menit. Atau bisa juga kita ibaratkan bola yang berhenti (dan tetap berputar) dan udara yang bergerak dari kanan ke kiri. Putaran bola yang berlawanan arah dengan jarum jam itu mengakibatkan gesekan bola dengan udara pada bagian atas bola lebih besar karena bagian atas bola (akibat perputarannya) seakan-akan bergerak ke kiri melawan arah aliran udara, sedangkan bagian bawah bola justru seakan bergerak searah dengan aliran udara ke arah kanan dan mengurangi gaya gesekannya dengan udara.

Gambar 3

Karena gesekan bola dengan udara di bagian atas lebih besar atau bisa dikatakan gerakan putaran bola melawan arah aliran udara, kecepatan aliran udara di bagian atas bola menjadi lebih rendah. Sebaliknya dengan bagian bawah bola yang gerakannya justru searah dengan aliran udara, hal ini membuat kecepatan aliran udara di bagian bawah bola bertambah.
Hasilnya adalah kecepatan aliran udara di bagian atas bola menjadi lebih kecil daripada aliran udara di bagian bawah bola. Dengan adanya perbedaan pola aliran ini, menjadi berbeda pula tekanan aliran udara antara aliran udara di bagian atas dan bawah bola. Hal ini bisa dilihat di Gambar 2, pada grafik di sebelah kanan, besar tekanan aliran udara di bagian bawah bola digambarkan oleh garis berwarna kuning dan tekanan di bagian atas bola adalah garis dengan warna hijau.
Dan hasilnya adalah, seperti sudah kita bicarakan sebelumnya, perbedaan tekanan inilah yang karena adanya luas penampang bola menghasilkan gaya menyamping atau Side Force. Dari Gambar 2 pula didapat bahwa Side Force atau gaya menyamping yang dialami bola adalah sebesar 2.498 Newton ke arah dimana tekanan lebih rendah, tanda minus pada gambar sekedar berarti gaya mengarah ke bagian bawah gambar.
Angka 2.498 ini sendiri kurang jelas berasal dari mana karena dalam program tidak diketahui berapa besar luas penampang bola tetapi yang jelas angka ini adalah hasil perkalian dari beda tekanan total antara kedua sisi bola dan luas penampang bola yang terkena perbedaan tekanan, jadi bukan penampang bola keseluruhan.
Dan besar dari side force ini sendiri selain tergantung dari besar bola (besar luasan penampang yang terkena perbedaan tekanan) dan besar kecepatan putaran bola juga tergantung dari seberapa cepat bola ini melaju karena tekanan aliran udara yang terbentuk di sisi bola sangat tergantung dari kecepatan aliran udaranya.

Gaya-gaya Yang Bekerja Pada Bola dan Pengaruhnya Terhadap Lintasan Bola
OK, sekarang sudah jelas kita ketahui bahwa adanya putaran pada bola mengakibatkan timbulnya Side Force pada bola, lalu bagaimana bagaimana gaya menyamping ini mengakibatkan lintasan bola menjadi tidak lurus?
Pada bola yang ditendang ada beberapa gaya utama yang bekerja yaitu gaya dorong yang membuat bola melaju (gaya ini merupakan transfer dari gaya tendang dari kaki si pemain), gaya gesek bola dengan udara yang menghambat laju bola dan gaya gravitasi yang menarik bola jatuh ke bumi. Bila bola berputar maka harus ditambahkan 1 lagi gaya yang bekerja pada bola yaitu gaya menyamping.
Gambar 4








Bila suatu lintasan sebuah bola kita potong dan kita lihat dari atas penendang maka akan terlihat seperti pada Gambar 4 dimana gaya dorong total suatu bola (setelah dikurangi gaya gesek total) adalah garis berwarna merah dan gaya menyamping adalah garis berwarna biru. Pada gambar ini kita asumsikan bola berputar berlawanan arah dengan jarum jam.
Pada titik 1 gaya dorong bola tepat mengarah ke arah kiri gambar atau ke arah depan si penendang sedangkan gaya menyamping mengarah ke bawah atau ke arah kiri penendang. Setelah beberapa waktu seharusnya bola berada tepat di depan posisi awal dari bola. Tetapi karena adanya gaya menyamping ini bola menjadi bergeser sedikit ke arah kiri penendang (titik 2) dengan arah gaya dorongnya dengan arah gerakan bola yang sama dengan arah gaya dorongnya.
Demikian pula beberapa saat setelahnya, di mana seharusnya bola berada tepat di depan searah dengan gaya dorongnya, tetapi karena adanya gaya menyamping ini bola sedikit lagi bergeser ke arah kiri si penendang dan berada di titik 3. Bila kita hubungkan titik 1, 2 dan 3 ini akhirnya kita bisa mendapatkan suatu lintasan melengkung yang digambarkan dengan garis putus2 berwarna ungu.
Demikian seterusnya sampai gaya dorong sedikit demi sedikit berkurang “termakan” oleh gaya gesek bola dengan udara, demikian pula gaya menyamping yang juga sediki demi sedikit berkurang karena putaran bola yang semakin melambat karena melawan gesekan udara.
Kesimpulan
Setelah sekian lama kita mencermati dan mengikuti cerita tentang gaya-gaya yang bekerja pada suatu bola. Akhirnya bisa kita simpulkan bahwa tendangan pisang dapat terjadi karena berputarnya bola yang mempengaruhi pola aliran udara yang terbelah oleh bola tersebut dimana pola aliran udara ini kemudian menimbulkan perbedaan tekanan aliran udara pada kedua sisi bola. Dan perbedaan tekanan udara ini lah yang kemudian menimbulkan gaya menyamping pada bola dan membuat lintasan suatu bola tidak lagi menjadi lurus.
Sedangkan bentuk dari garis lintasan bola itu sendiri akan bergantung pada seberapa cepat bola berputar (yang menentukan seberapa besar gaya menyampingnya), seberapa cepat bola melaju (seberapa besar gaya dorongnya _ seberapa kuat kita menendang bola) dan tentunya kondisi udara/angin di lapangan.
Kondisi angin tentu sangat berpengaruh karena bila angin kebetulan searah dengan gaya menyamping tentunya akan membuat lintasan menjadi lebih melengkung karena gaya menyamping akibat putaran bola akan bertambah oleh gaya menyamping karena tiupan angin. Dan bila arah angin berlawanan arah dengan gaya menyamping maka tentu akan mengecilkan gaya menyamping ini atau bahkan bila sedemikian kuatnya angin bisa jadi gaya menyamping yang dihasilkan oleh putaran bola akan kalah oleh gaya menyamping yang dihasilkan oleh tiupan angin dan bola bergerak melengkung justru ke arah tiupan angin.
Jadi yang perlu dilakukan seorang pemain bola untuk menghasilkan tendangan pisang yang sesuai keinginan adalah dengan cara berlatih menendang bola agar menghasilkan putaran pada RPM tertentu, putaran bola pada sudut tertentu dan kelajuan bola pada kecepatan tertentu yang kesemuanya harus disesuaikan dengan kondisi angin tertentu. Karena kesemua ini lah yang akan menghasilkan bola dengan lintasan dengan kelengkungan dan arah jatuh bola sesuai dengan yang diinginkan.

Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar